Contact
Transparasi Pinjaman Dengan Sistem P2P Lending

Transparasi Pinjaman Dengan Sistem P2P Lending


Anda mungkin sudah tahu mengenai keberadaan mekanisme pinjaman dengan cara P2P Lending melalui sebuah platform online, contohnya seperti yang ditawarkan oleh SOFIS. Anda mungkin sudah banyak mendapatkan rekomendasi untuk mencoba mengajukan pinjaman melalui cara P2P Lending dari rekan-rekan Anda namun masih terbesit keraguan karena salah satu faktor utamanya adalah semua proses dikerjakan secara online. Dengan sistem online, maka resiko terbesar dari sistem peer to peer lending ini adalah resiko fraud alias penipuan finansial. Karena pada kenyataannya kemajuan teknologi digital juga diimbangi dengan kasus pencurian data yang bisa merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi bagaimana Anda bisa yakin platforminvestasi pinjaman yang dikelola SOFIS adalah platform yang aman?

Proses screening sebelum campaign ditayangkan

Siapa saja bisa mengajukan pinjaman melalui platform SOFIS. Proses yang harus dilewati pertama adalah melakukan pendaftaran dan mengunggah data-data yang kami perlukan kemudian verifikasi data. Calon peminjam pun bisa mendaftar dengan menggunakan akun Facebook yang tentunya memiliki sistem database lebih baik untuk mencegah terjadinya pemalsuan identitas. SOFIS juga menyaratkan bagi peminjam untuk memiliki pendapatan agar bisa melakukan pembayaran plus bunga kepada pendana. Dengan demikian, hanya peminjam yang lolos verifikasi yang akan ditayangkan pinjamannya bagi investor untuk dibiayai.

Transaksi yang bisa dipantau real time

SOFIS sebagai platform marketplace pinjaman menjadi jembatan atau perantara bagi pemilik dana dengan peminjam. Sebagai penghubung, kami menerima dana yang akan disalurkan dari investor untuk kemudian disalurkan ke peminjam. Ketika akan dikembalikan, kami akan menerima pinjaman pokok plus bunga dari peminjam kemudian dikembalikan ke investor. Semua proses transaksi ini bisa Anda pantau secara realtime dengan masuk ke akun Anda di SOFIS, termasuk berapa biaya komisi yang dipotong misalnya untuk loan origination fee dan juga biaya servis. Proses transaksi yang dilaporkan hanya bisa dilihat oleh pemilik akun sehingga privasi pendana maupun peminjam tetap terjaga.

Jaminan untuk investor

Resiko gagal bayar selalu ada pada setiap skema kredit tidak terkecuali peer to peer lending. Sebagai investor Anda tidak perlu khawatir karena SOFIS menerapkan dana cadangan pada setiap peminjam yang campaign-nya ditayangkan. Dana cadangan akan diberikan kepada pendana apabila terjadi gagal bayar sebanyak 3 kali berturut-turut, sementara asuransi akan diberikan apabila terjadi gagal bayar sebanyak 6 kali berturut-turut.

Jaminan lain bagi investor yang memberikan pinjaman usaha dan pinjaman lainnya adalah diberikannya perjanjian Promisory Note atau perjanjian kesepakatan pinjaman antara pemilik dana dan juga investor. Selain itu pendana juga mendapatkan Participation Agreement yang menunjuk SOFIS sebagai agen pengatur investasi pendana. Di luar itu harap dipahami bahwa segala bentuk investasi pasti ada resikonya, oleh karena itu jika ingin berinvestasi di SOFIS sebaiknya Anda membaca mengenai manajemen resiko dari kami dan juga mengenai ketentuan teknis lainnya.

Sudah ada regulasi hukumnya

Jika sebelumnya Anda ragu untuk memanfaatkan jasa keuangan berbasis fintech seperti SOFIS karena aturannya yang belum jelas, kini Anda sudah bisa percaya kepada kami karena keberadaan platform P2P Lending sudah diakui oleh OJK dan sudah dibuatkan regulasinya. Peraturan nomor 77/POJK.01/2016 diresmikan pada akhir tahun 2016 lalu yang di antaranya disebutkan:

  1. Pihak asing boleh diterima sebagai pemberi pinjaman tunai namun tidak diperbolehkan menerima pinjaman.
  2. Batas dana yang bisa diberikan oleh investor kepada para peminjam paling maksimal adalah Rp. 2 milyar. Tidak disebutkan berapa bunga yang boleh dibebankan kepada peminjam namun dalam rancangan regulasinya disebutkan bahwa batas bunga tidak boleh melebihi 7x dari suku bunga BI.
  3. Penyelenggara tidak boleh menyentuh sepeser pun aliran dana yang terjadi antara investor dengan peminjam dana, namun boleh menerima komisi dari setiap transaksi yang terjadi.
  4. Mengharuskan penyelenggara untuk menyediakan virtual account yang mana hal tersebut sudah diterapkan SOFIS untuk menyalurkan dana pinjaman dan juga pembayaran pinjaman.

Comments

comments