Contact
Solusi Memajukan Usaha Dengan Menggunakan P2P Lending

Solusi Memajukan Usaha Dengan Menggunakan P2P Lending


Dunia bisnis kini tidak lagi didominasi oleh para pengusaha dengan modal dan produksi yang besar. Pemerintah Indonesia sudah membuka jalan selebar-lebarnya bagi siapa saja yang punya ide dan pengembangannya untuk menjalankan bisnis dengan skala yang lebih kecil atau yang disebut dengan UMKM. Diperkirakan ada sekitar 60 juta industri menengah kecil yang ada di Indonesia saat ini namun jumlah usaha yang bisa bertahan dan berkembang dengan baik di dunia persaingan bisnis hanya sebagian saja sementara yang lainnya terpaksa harus mundur. Padahal, industri kecil menengah disebutkan bisa menggerakkan perekonomian nasional lebih baik dan membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat karena umumnya industri UMKM menggunakan tenaga kerja lokal, menggunakan bahan-bahan lokal, namun bisa memasarkan produk bahkan hingga ke dunia. Adakah solusi untuk mengatasi sektor UMKM yang masih labil?

Sulitnya akses pendanaan untuk UMKM

Satu modal utama dari bisnis UMKM adalah dengan mengajukan pinjaman UMKM ke bank. Bank pun tidak serta merta mengabulkan semua permohonan pinjaman yang masuk namun dilakukan proses appraising dan juga penilaian apakah usaha Anda berhak untuk mendapatkan pinjaman bisnis dengan nilai yang Anda ajukan. Meskipun bisa dijadikan sebagai sumber modal utama, namun nyatanya masih banyak pengelola usaha UMKM yang enggan untuk berurusan dengan bank. Ada beberapa hal yang menyebabkan bank masih belum jadi lembaga keuangan yang ramah terhadap industri kecil menengah, antara lain adalah:

  1. Suku bunga yang besar jadi alasan utama mengapa para pengusaha UMKM masih ragu untuk mengajukan pinjaman tunaike bank. Saat ini suku bunga untuk pinjaman UMKM berkisar hingga 10% yang dirasa memberatkan bagi pelaku usaha kecil.
  2. Faktor yang kedua adalah rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat termasuk para pelaku usaha kecil menengah. Literasi keuangan adalah kesadaran masyarakat akan produk-produk jasa keuangan yang bisa membantu dalam pembiayaan hidup sehari-hari di masa depan maupun untuk kepentingan usaha.
  3. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam produk-produk pinjaman bisnis yang dimiliki oleh lembaga jasa keuangan. Ditambah dengan banyaknya istilah sulit dalam dunia perbankan di mana tidak semua orang punya akses terhadap pengetahuan seperti itu.

Padahal, potensi UMKM di Indonesia sangat besar. Nyatanya, perekonomian Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh krisis global yang melanda berbagai negara besar di dunia beberapa tahun lalu. Sayang jika potensi UMKM yang begitu besar ini tidak didukung dengan akses pendanaan yang mudah, tidak memberatkan, dan bisa menjangkau semua lapisan pengusaha.

P2P Lending sebagai solusi pendanaan UMKM

Mencoba untuk menjadi pengisi di ruang kekosongan yang tidak teraih oleh lembaga keuangan tradisional, platform digital yang memberikan kemudahan bagi para pelaku industri kecil hadir sekarang. SOFIS adalah marketplace pinjaman di mana para pelaku usaha bisa mengajukan pinjaman cepat melalui platform kami, kemudian para investor bisa memberikan dana pinjamannya kepada peminjam yang dipilih dengan bunga yang rendah dan tetap. Skema seperti ini disebut dengan P2P Lending di mana segala prosesnya dilakukan secara online hanya dengan menggunakan gadget Anda.

Sebagai pengusaha UMKM tentunya Anda punya gadget yang digunakan sebagai alat komunikasi. Kini perangkat tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan bantuan pinjaman usaha untuk modal, pembiayaan kontrak dan piutang, bahkan membiayai toko online yang Anda miliki. Raih kesempatan Anda untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan bergabung sekarang juga di platform SOFIS, platform peer to peer lending yang aman dan mudah.

Comments

comments