Contact
Perkembangan Fintech Di Dunia

Perkembangan Fintech Di Dunia


Wajah dunia keuangan di dunia perlahan namun pasti mulai berubah seiring dengan perkembangan teknologi di mana saat ini masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan akses internet ketimbang akses jasa keuangan seperti bank. Diperkirakan hingga sekarang masih ada sekitar 2 milyar orang yang sudah dewasa namun belum punya akses ke bank, sedangkan pengguna aktif internet di dunia ada sekitar 3.038 milyar orang. Hal ini dimanfaatkan para pegiat dunia digital untuk mengembangkan inovasi teknologi di bidang keuangan yang kini akrab disebut dengan financial technology atau fintech. Ada banyak bentuk inovasi teknologi ini yang mulai dinikmati oleh masyarakat seperti misalnya manajemen portofolio investasi, kredit, ataupun pembayaran dari orang ke orang yang disebut dengan peer to peer lending. Siapa yang paling menikmati inovasi teknologi ini dan bagaimana Anda bisa memanfaatkannya?

Fintech jadi ladang investasi yang menarik bagi para investor

Sejak beberapa tahun belakangan, keberadaan fintech sebagai solusi inklusi keuangan dunia semakin dilirik oleh para investor. Sejak tahun 2011 hingga 2016, nilai investasi yang mengalir pada sektor fintech diperkirakan naik hingga 8 kali lipat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Lihat saja beberapa perusahaan fintech yang bergerak di bidang P2P Lending terbesar di dunia seperti Lending Club dan Lufax misalnya yang mengantongi nilai investasi hingga milyaran dollar AS pada tahun 2016 yang menunjukkan bahwa fintech bisa punya dampak yang signifikan dalam mengangkat peran jasa keuangan di masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh SAGE Business Researcher, perkembangan fintech yang paling cepat terjadi di negara-negara berkembang. Hal ini berkaitan dengan masyakarat negara berkembang yang masih belum punya akses jasa keuangan tradisional seperti bank. Namun teknologi digital yang sudah banyak digunakan kalangan masyarakat kecil memudahkan jasa keuangan via teknologi bisa masuk dengan mudah. Para pengusaha bisa melakukan pembayaran hanya dengan menggunakan ponsel mereka, bisa membayar gaji para karyawan tanpa harus ke bank, bisa membeli bahan baku produk, dan juga bisa mengajukan pinjaman tunai secara online tanpa harus meninggalkan tempat.

Memanfaatkan kemajuan fintech untuk kehidupan Anda

Menurut World Bank, dari data sekitar 2 milyar orang yang belum tersentuh oleh jasa keuangan, jumlah ini makin menurun sejak tahun 2011 di mana sekitar 700 juta orang sudah mulai memanfaatkan jasa lembaga keuangan baik tradisional maupun melaluifintech. Jangan tertipu dengan istilah financial technology yang mungkin bagi Anda terdengar sulit, karena implementasinya sebenarnya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kini dengan platform fintech Anda tidak perlu lagi jauh-jauh ke ATM untuk melakukan transaksi keuangan, Anda pun bisa mencari keuntungan dengan berinvestasi karena sudah banyak platform fintech yang menawarkan manajemen portofolio investasi, Anda pun bisa mengajukan pinjaman dengan bunga yang tetap dan rendah langsung kepada investor melalui platform fintech P2P Lending, misalnya seperti di SOFIS.

SOFIS memberikan Anda fasilitas platform digital untuk investasi pinjaman melalui mekanisme peer to peer lending. Di sini, pinjaman apapun bisa Anda ajukan mulai dari pinjaman pribadi, pinjaman usaha, dan juga pinjaman karyawan. Nantinya peminjam akan mengembalikan dana pinjaman pokok plus bunga yang sudah ditetapkan melalui proses credit scoring. Inilah yang menyebabkan sektor fintech punya potensi yang sangat besar untuk terus berkembang karena masyarakat bisa mendapatkan alternatif pinjaman selain bank sementara para investor bisa mendapatkan keuntungan dengan nilai return yang lebih besar dibandingkan dengan menyimpan uang di bank.

Comments

comments