Contact
Pengaruh Putaran Kedua Pilkada DKI Terhadap Iklim Investasi Ibukota

Pengaruh Putaran Kedua Pilkada DKI Terhadap Iklim Investasi Ibukota

Salah satu hal yang memberikan pengaruh iklim investasi adalah kondisi politik baik di daerah maupun nasional. Kebetulan, Indonesia baru saja mengadakan pilkada serentak pada tanggal 15 Februari lalu untuk memilih kepala daerah di masing-masing wilayah di Indonesia. Salah satu yang paling mencuri perhatian dan menjadi berita nasional beberapa bulan belakangan adalah pilkada DKI Jakarta yang menjadi arena bertarung dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berpartisipasi. Mengapa pilkada Jakarta jadi isu yang bisa mempengaruhi iklim investasi? Karena Jakarta adalah pusat pemerintahan Indonesia yang juga jadi pusat perekonomian di mana perputaran uang sangat kencang di wilayah ini. Isu politik bisa menjadi sentimen bagi masyarakatnya untuk menentukan seberapa besar resiko yang bisa diambil untuk berinvestasi. Pengaruh investasi seperti apa yang dirasakan oleh para investor ibu kota ketika masa pilkada DKI terutama dalam memasuki putaran kedua ini?

Aliran investasi di Jakarta ditunda

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, pilkada DKI yang masuk ke putaran kedua ini akan membawa penagruh positif bagi perekonomian di Jakarta. Hal ini disebabkan karena konsumsi masyarakat yang cenderung naik ketika masuk ke musim pemilihan umum sehingga perputaran uang di wilayah Jakarta pada khususnya akan terus mengalir yang menandakan kondisi perekonomian di Jakarta cukup baik. Selain itu ketika musim pilkada maka aparat keamanan akan bekerja lebih ekstra untuk menjaga keamanan wilayah baik di Jakarta maupun di seluruh Indonesia yang memberikan pengaruh pengamanan yang stabil secara nasional. Keamanan yang stabil adalah faktor yang bisa mempengaruhi nilai tukar Indonesia di pasar valas cukup kuat.
Di lain sisi, Agus juga menambahkan bahwa pada musim pilkada ini para pendana atau investor terutama yang asing cenderung menunda aliran dana yang diinvestasikan di Jakarta. Hal ini dikarenakan pergantian pilkada artinya ada kemungkinan akan terjadi pergantian kepala daerah yang bisa berujung pada bergantinya kebijakan terutama untuk ekonomi dan sosial sehingga para investor lebih merasa aman untuk menunggu hasil akhir pilkada DKI. Sikap wait and see ini dipandang sebagai sikap tipikal yang ditunjukkan oleh investor sebagai respon dari suasana pilkada yang sering tidak kondusif.

Bagaimana agar iklim investasi bergairah lagi?

Menteri Kordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, berharap agar siapapun yang menang dalam pilkada DKI dan menjadi kepala daerah selama 5 tahun ke depan mampu untuk memperbarui perekonomian ibu kota. Salah satu faktor pentingnya agar investor mau bergairah lagi berinvestasi di Jakarta adalah dengan menyeimbangkan antara faktor fiskal dengan moneter. Selain itu pembangunan infrastruktur juga harus terus dijalankan karena infrastruktur yang memadai akan sangat membantu dalam perkembangan ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang baik.

Agar iklim investasi di Jakarta tetap bergairah tentunya diperlukan partisipasi dari semua lapisan masyarakat yang kini sudah bisa melakukan investasi meski kecil-kecilan dengan berbagai cara. Salah satu yang paling menguntungkan saat ini adalah skema investasi pinjaman dengan P2P Lending bersama dengan SOFIS. Di sini Anda bisa membantu berinvestasi dengan memberikan pinjaman usaha kepada peminjam sekaligus mendapatkan keuntungan pendapatan pasif. Dengan berinvestasi di SOFIS, Anda bisa membantu UMKM di Jakarta untuk terus berkembang dan membuat iklim investasi jadi lebih menguntungkan yang bisa memajukan perekonomian di daerah maupun secara nasional. Sejahterakan orang lain dan diri Anda dengan investasi peer to peer lending bersama dengan SOFIS.

Comments

comments