Contact
Manajemen Resiko Di P2P Lending

Manajemen Resiko Di P2P Lending

Peer to peer lending adalah salah satu bentuk investasi yang cukup menarik bagi para pemilik dana sebagai bagian dari diversififkasi portofolio investasi Anda sehingga pembagian resiko bisa lebih diratakan dibandingkan hanya mengandalkan jenis investasi konvensional dengan resiko yang tinggi. Skema investasi P2P Lending ini dilakukan dengan cara memberikan pinjaman bagi yang membutuhkan dana yang nantinya akan membayar pinjaman pokok plus bunganya. Bahkan peminjam juga bisa menawarkan reward atau hadiah kepada pemberi pinjaman sebagai bentuk lain dari pembayaran pinjaman yang bisa jadi membuka jalan investasi yang baru bagi Anda sebagai pendana.


Meski platform marketplace pinjaman seperti SOFIS ini memberikan kemudahan Anda untuk berinvestasi dan juga edukasi bagi para pemilik dana untuk menghindari resiko, ada beberapa resiko dalam metode P2P Lending yang harus Anda perhatikan sebagai strategi risk management investasi pinjaman Anda.

  1. Gagal bayar
    Yang disebut dengan resiko gagal bayar di SOFIS adalah di mana peminjam gagal untuk melakukan kewajibannya membayar pokokpinjaman tunai dan juga bunganya selama 3 kali atau 3 bulan berturut-turut. Sebelum melakukan penggalangan dana, calon peminjam sebelumnya sudah dilakukan credit scoring dan juga loan grading oleh tim SOFIS namun resiko gagal bayar tersebut tetap saja ada. Gagal bayar bisa juga dikarenakan hal-hal yang sifatnya mendadak dan tidak terduga yang terjadi pada peminjam misalnya kehilangan pekerjaan, sakit, atau meninggal dunia. Saran kami untuk meminimalisir dari resiko gagal bayar adalah dengan membagi dana Anda pada beberapa peminjam dengan peringkat pinjaman yang sesuai dengan profil resiko Anda.
  2. Resiko fraud
    Resiko fraud cukup tinggi terjadi di skema investasi peer to peer lending karena menggunakan basis digital di mana kini orang dengan sangat mudah bisa memanipulasi identitas, memalsukan dokumen-dokumen yang bisa menunjukkan kemampuan bayar, dan juga pencurian identitas orang lain. Akibatnya sudah pasti adalah gagal bayar. Untuk mengantisipasi hal ini SOFIS sudah melakukan beberapa mitigasi resiko, di antaranya adalah:
    – Proses pendaftaran bisa melalui akun Facebook, email, atau nomor handphone yang tentu akan dilakukan proses konfirmasi dan verifikasi
    – Data peminjam yang masuk ke database kami akan dilakukan verifikasi dengan menelepon pihak peminjam, sehingga semua campaign dari peminjam yang ditayangkan di SOFIS sudah melalui proses verifikasi untuk mengurangi resiko fraud.
  3. Belum ada hukum undang-undang
    Perkembangan skema investasi melalui peer to peer lending ini terbilang masih cukup baru di Indonesia sehingga belum dibentuk aturan perundangan yang digunakan untuk memastikan keamanan dari skema investasi ini. Namun OJK bersama dengan Bank Indonesia menjanjikan sedang menggodok aturan yang mengatur mengenai P2P Lending dan akan diluncurkan segera. Namun bukan berarti platform P2P berjalan dengan cara yang ilegal. OJK tetap memberikan pengawasan bagi perusahaan-perusahaanfintech yang memberikan layanan P2P Lending agar baik pendana maupun peminjam punya resiko yang lebih kecil. Bagi Anda yang hendak menyalurkan pinjaman dana melalui SOFIS disarankan untuk membaca dan memahami dari Disclaimer dan juga Term of Use yang sudah dicantumkan di situs resmi kami sebagai pedoman untuk urusan legalitas.


Itulah beberapa resiko yang akan Anda hadapi jika memilih peer to peer lending sebagai salah satu bentuk diversifikasi investasi Anda. Yang harus Anda pahami adalah semua jenis investasi pasti ada resikonya. SOFIS berkomitmen untuk memberikan Anda kenyaman dan keamanan dalam beirnvestasi dengan memberikan edukasi mengenai resiko investasi pinjaman hutang plus memberikan jaminan asuransi yang terkait.

Comments

comments