Contact
Cara Menilai Kesahatan Perusahaan Anda

Cara Menilai Kesahatan Perusahaan Anda


Inovasi dan juga ide-ide yang segar dan baru memang selalu bisa diandalkan untuk menjadi motor penggerak sebuah usaha apalagi dengan lingkungan persaingan yang makin ketat. Produk usaha Anda harus punya nilai lebih di mata konsumen agar dipilih ketimbang produk pesaing yang serupa. Asyik dengan mengulik ide dan juga inovasi yang ingin Anda terapkan pada perusahaan Anda jangan sampai mengabaikan kondisi internal yang sedang terjadi di perusahaan Anda. Terkadang seorang entrepreneur begitu semangat mengeksekusi ide-ide untuk mengembangkan bisnis namun ternyata resource yang dimiliki oleh perusahaan terbatas. Akibatnya, Anda bisa terbelit dalam kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat yang bisa merugikan perusahaan, karyawan, dan tentu saja Anda sendiri. Di samping terus menggali ide untuk mengembangkan usaha, perhatikan kesehatan perusahaan Anda dengan cara-cara rekomendasi dari SOFIS berikut ini.

  1. Cek stok produk

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengecek stok produk yang masih ada di gudang penyimpanan Anda. Apabila stok produknya ternyata terlalu sedikit, bisa jadi ada masalah pada proses produksi yang menghambat ketersediaan barang dan nantinya bisa jadi tidak memenuhi permintaan konsumen. Sementara apabila stok barang yang terlalu banyak, artinya konsumen tidak tertarik pada barang Anda dan lebih memilih beli di produsen lain. Segera cek apa yang membuat barang Anda tidak diminati oleh konsumen, mungkin pemasaran yang belum maksimal, atau kualitas barang yang jelek. Terlalu banyak stok yang menumpuk bisa jadi masalah dan berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak perlu apalagi jika barangnya bukan barang yang awet.

  2. Belajar menghitung laju produksi

Untuk menghindari situasi di mana jumlah stok yang ada pada gudang penyimpanan terlalu sedikit atau terlalu banyak, Anda perlu untuk mempelajari bagaimana cara menghitung jumlah produksi yang tepat. Jumlah produksi yang tepat disesuaikan dengan permintaan dari konsumen Anda sehingga barang yang sudah diproduksi bisa langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa harus transit di gudang dalam waktu yang lama karena harus menyesuaikan alur barang masuk dengan yang keluar tidak seimbang. Hal ini juga berhubungan dengan biaya produksi yang bisa Anda kendalikan jika sudah tahu berapa banyak barang yang harus diproduksi.

  3. Manajemen hutang

Coba lihat kembali catatan pinjaman usaha Anda yang digunakan untuk menjalankan operasional bisnis. Berjalankah pembayaran sesuai dengan ketentuan pinjaman? Digunakan untuk apa saja dana pinjaman bisnis yang Anda terima? Uang pinjaman yang Anda dapatkan untuk menjalankan usaha sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya produktif agar bisa menghasilkan keuntungan dan Anda bsia membayar pinjaman plus bunganya tanpa harus mengganggu keuangan perusahaan lebih dalam. Hindari terlalu fokus pada hal-hal yang sifatnya konsumtif misalnya pengadaan komputer dengan model terbaru, membeli furniture baru untuk kantor, dan hal-hal lain yang tidak mendukung proses produksi barang.

  4. Perhatikan aliran pengeluaran dan pemasukan

Pada akhirnya sehat atau tidaknya usaha Anda bisa dilihat dari ratio antara pengeluaran dengan pemasukan. Barang yang terjual habis belum tentu menjadikan keuangan perusahaan Anda sehat. Sesuaikan dulu dengan dana yang Anda keluarkan untuk produksi barang, apakah terjadi kenaikan bahan baku? Apakah biaya distribusi juga berubah karena harga bahan bakar yang selalu berubah? Berapa besar biaya yang perusahaan keluarkan untuk pemasaran produk untuk mengenalkannya kepada para target konsumen? Keuangan yang sehat tentu saja ketika pemasukan dari penjualan produksi bisa memenuhi target. Demikian beberapa saran dari SOFIS untuk mengecek kesehatan keuangan perusahaan Anda.

Comments

comments