Contact
Benchmarking 3 Perusahaan P2P Terbesar Di Dunia

Benchmarking 3 Perusahaan P2P Terbesar Di Dunia

Peer to peer lending memang terbilang adalah produk keuangan yang cukup baru. Di Indonesia sendiri istilah P2P Lending belum lama dikenal namun sudah mulai banyak digunakan yang merujuk pada pertemuan antara investor dengan peminjam dana melalui sebuah platform online sebagai lembaga keuangan non tradisional, seperti SOFIS. Untuk memahami cara kerja serta bagaimana sektor P2P Lending dianggap sebagai solusi alternatif untuk mencapai inklusi keuangan berikut akan dipaparkan bencmarking sederhana dari tiga perusahaan raksasa P2P Lending di dunia yaitu Lending Club dari Amerika Serikat, Lufax dari Cina, dan Funding Circle dari Eropa.

Benchmarking Lending Club (AS)

Lending Club adalah perusahaan peer to peer lending yang berbasis di Amerika Serikat dan beridiri pada tahun 2006. Tadinya Lending Club merupakan perusahaan swasta namun kemudian karena kesuksesannya akhirnya saham LC dilepas untuk publik dengan nilai invetasi mencapai 5 milyar Dollar AS pada tahun 2014. Beberapa hal yang berkontribusi terhadap perkembangan nilai investasi yang terus naik setiap tahunnya antara lain adalah kebijakan LC yang memberikan pinjaman cepat tidak hanya untuk perusahaan besar namun juga untuk perusahaan dan industri kecil. Bahkan pada tahun 2014, LC mengakuisisi perusahaan pinjaman yang bergerak di bidang pinjaman pendidikan dan juga pasien.

Mematahkan anggapan yang menyatakan bahwa skema peer to peer lending bisa menghancurkan perbankan, LC justru mengadakan kerjasama kepada pihak-pihak bank, perusahaan asuransi, dan juga para manajer investasi/aset. Hal ini dilakukan untuk meraup lebih banyak peminjam yang memiliki resiko profil lebih tinggi demi menacapi target. LC juga punya rencana untuk ekspansi secara global yang tentunya hal ini bisa menarik minat para investor.

Benchmarking Lufax (Cina)

Dibandingkan dengan Lending Club, Lufax asal Shanghai Cina didirikan tidak lebih dari 5 tahun lalu yaitu pada tahun 2012. Meski berbeda 5 tahun, namun nilai investasi yang saat ini dimiliki oleh Lufax tidak kalah besarnya. Untuk tahun 2016 lalu, Lufax yang memiliki nama lengkap Shanghai Lujiazui International Financial Asset Exchange Co., Ltd. menerima dana investasi sebesar 1,2 Dollar AS yang berasal dari lembaga-lembaga keuangan di Cina. Penggalangan dana yang disalurkan melalui platform Lufax berhasil menarik investasi sebesar 18,5 milyar Dollar AS dari para pendana yang tergabung dalam platform marketplace pinjaman tersebut.

Yang dilakukan Lufax adalah memudahkan kebutuhan masyarakat akan akses pendanaan dan juga investasi yang lebih mudah dan menguntungkan karena bank dianggap tidak bisa memenuhi permintaan akan hal-hal tersebut. Berinvestasi di bank hanya mendapatkan bunga yang kecil, sementara bagi para pencari modal suku bunga yang ditetapkan terasa memberatkan. Para investor yang tergabung di platform Lufax berpotensi untuk mendapatkan nilai return 15% per tahunnya dibanding hanya 2,5% dari bank. Selain itu, Lufax juga telah melakukan ekspansi dengan tidak hanya menjadi platform online untuk peer to peer lending namun juga menjadi platform untuk trading aset finansial.

Benchmarking Funding Circle (Eropa)

Funding Circle adalah satu perusahaan yang menawarkan investasi pinjaman P2P Lending dengan basis di Eropa. Awalnya FC didirikan di UK pada tahun 2010 dan saat ini sudah menyebar ke beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, Belanda, dan juga Amerika Serikat. Terhitung hingga bulan Februari 2017, dana yang berhasil dihimpun FC untuk disalurkan kepada peminjam adalah 2,5 milyar Euro yang fokus utamanya diberikan kepada para peminjam untuk bisnis dan industri kecil. Para peminjam yang tergabung di FC bisa mengajukan pinjaman hingga 1 milyar Euro dengan masa pinjaman hingga 60 bulan yang tentunya dengan bunga yang sesuai dengan hasil credit scoring dari masing-masing peminjam. Para investor mendapatkan keuntungan dari bunga pembayaran pinjaman, sementara FC mendapatkan keuntungan dari komisi-komisi.

Comments

comments