Contact
5 Kesalahan yang Membuat UMKM Menutup Bisnisnya

5 Kesalahan yang Membuat UMKM Menutup Bisnisnya

Seiring berjalannya waktu, jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia terus bertambah. Menurut data Kementrian Koprasi dan Usaha Kecil dan Menengah, http://www.depkop.go.id/. Pada tahun 2013 tercatat bahwa jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah adalah 57.895.721 unit dan terus berkembang setiap tahunnya. Kita semua mengetahui, bahwa UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian negara. Saat ini, banyak juga yang mulai melakukan investasi untuk UMKM agar dapat lebih maju dn berkembang. Dengan investasi yang dilakukan ini, diharapkan UMKM bisa lebih memberikan pemasukkan terhadap perekonomian negara.

Namun walaupun UMKM terus berkembang, saat ini masih banyak UMKM yang tidak bisa bergerak maju mengembangkan bisnisnya. Banyak UMKM yang akhirnya harus menutup usahanya, dan berhenti memproduksi dan memasarkan produknya. Banyak faktor yang membuat UMKM pada akhirnya menutup usahanya. Bukan hanya sekedar persaingan yang semakin ketat, tetapi juga faktor internal pada usaha tersebut. Oleh karena itu, pendiri UMKM harus menyadari betul tentang UMKM yang mereka dirikan dan mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dari kekurangan UMKM mereka. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang membuat tutupnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

  1. Modal Bisnis yang Terlalu Minim

Banyak UMKM yang tidak menyadari bahwa modal mereka untuk menjalankan bisnis tersebut terlalu minim. Merka menganggap bahwa modal yang mereka gunakan, cukup untuk mengembangkan bisnis. Padahal, pada nyatanya pelaku UMKM harus bisa mencari investor lebih untuk mengembangkan bisnisnya. Tapi yang disayangkan, bahwa pelaku UMKM masih belum menyadari peran pentingnya investor untuk keberlangsungan bisnins mereka.

 

  1. Tidak Mengenla Diri Sendiri

Banyak pelaku UMKM yang menjalankan bisnisnya, sebelum mereka mengenal diri mereka sendiri. Mereka menjalankan bisnis, yang sebenarnya tidak dekat dengan diri mereka dan hanya melihat peluang keuntungan yang akan dihasilkan. Seharusnya, para pelaku UMKM membuka bisnis yang dekat dengan diri mereka. Sehingga, mereka dapat mengenal lebih dekat dengn bisnis yang sedang mereka jalani.

 

  1. Sikap Bisnis yang Tidak Tepat

Banyak owner UMKM yang tidak bisa menyesuaikan perilaku mereka, disekitar lingkunagn bisnis yang mereka jalani. Banyak diantara pelaku UMKM, yang menganggap dirinya serba tahu dan tidak ingin belajar lebih. Sikap egois dan tidak bisanya menyesuaikan diri terhadap lingkungan bisnis mereka, membuat pelaku UMKM mengeluarkan sikap bsinis yang tidak tepat pada bisnis mereka.

 

  1. Tidak Tahu Cara Mengatur Keuangan

Kesalahan lain yang sering dilakukan para pelaku UMKM, mereka tidak tahu cara mengatur keuangan yang baik. Mereka tidak mengatur keuangan dengan tepat, untuk pengembangan bisnis mereka. Sehingga sering terjadi kesalahan, yang dapat membuat bangkrut bisnis mereka. Selain itu, para pelaku UMKM banyak yang belum mengerti pembukuan yang benar. Banyak yang menyatukan keuangan bisnis mereka dan keperluan rumah tangga. Hal ini harus disadari bagi para pelaku UMKM, agar bsinis yang dijalani dapat berkembang dan terhindar dari kesalahan yang bisa membuat mereka menutup bisnisnya.

 

  1. Kurang Berinovasi dan Tidak Mengikuti Perkembangan

Para pelaku UMKM harus terus berinovasi dengan produk mereka, agar mereka mampu berkembang. Berinovasi menjadi sangat penting, untuk mengembangkan bisnis dan pasar mereka. Melihat perkembangan yang terjadi seperti saat ini, belum lagi dengan majunya perkembagan digital sekarang yang membuat UMKM harus masuk ke dunia digital. Hal ini lah, yang membuat mereka harus bisa menyeimbangi pasar dengan terus berinovasi terhadap apa yang mereka jual.

 

  1. Tidak Fokus Pada Satu Bidang

Banyak para pelaku UMKM, yang tidak fokus pada satu bidang bisnis yang mereka jalani. Mereka membuka bisnis lain, yang tidak sesuai dengan bisnis utama mereka. Hal ini, membuat pelaku UMKM tidak fokus dengan apa yang mereka jalani dan dapat membuat bisnis mereka tutup.

Comments

comments